Farmasi adalah salah satu bidang yang didalamnya terdapat ilmu meracik obat, penyediaan sediaan obat dan pelayanan pada pasien yang dimana dalam farmasi ini memiliki peran-peran penting dimasyarakat. Profesi farmasi hingga kini masih belum sangat dikenal luas oleh masyarakat. Padahal jika dilihat, sebenarnya farmasi memiliki peran yang sangat penting dalam kesehatan masyarakat. Karena seorang farmasis-lah yang paling tahu dan lebih meguasai serta palig berkompeten dala hal obat-obatan. Farmasi sangat perlu dikenalkan pada masyarakat, mengap? karena farmasis juga memiliki peranan yang penting dalam kesehtan masyarakat, jika dia berobat, farmasis lah yan lebih mengetahui dalam pemberian obat tersebut.

Adapun peran-peran yang dijalankan oleh farmasis di masyarakat yaitu memberikan pelayanan kefarmasian kepada pasien,beriinteraksi secara langsung atau patient care. Sebelum melangkah lebih jauh, kita ketahui bersama bahwa farmasis diluar negeri bisa dikatan lebih maju dibandingkan farmasi di Inonesia. Hal itu disebabkan lama waktu penddikan seorang farmasis ang krang efektif. Di Indonesai, pada pendidikan S1, harus menjalani dan mepelajai dulu semua bidang-bidan farmasi. Dan pada saat selesai, barulah merek bisa memilih dimanakah minat mereka. Sedangkan farmasis diluar negeri it, pada pendidikan S1 di semeseter tiga, kita sudah dapat memiih dimana basic dan minat kitadalam bidang farmasi, sehingga pada bidang tersbutlah hal itu ditetakankan, dan pada semester empat, mereka sudah dapat melakukan penanganan kasus atau melakukan kolaborasi dengan profesi-profesi yang lain.
Farmasi akan terus berkembang agar dapat menyongsong Indonesia sehat pada tahun 2025 yang akan dating. Menurut standar PBB, untuk mencapai Indonesia sehat, untuk 1 apoteker itu jumlah orang yang bisa dilayani yaitu minimal 2000 orang, itu merupakan angka standar untuk mencapai Indonesia sehat, yang penduduknya hidup dalam lingkungan dan perilaku sehat, mampu menjangkau pelayanan kesehatan yang bermutu , adil , dan merata serta memiliki derajat kesehatan yang setinggi-tingginya. Namun di Indonesia, terdapat banyak perguruan tinggi baik negeri maupun swasta yang menyediakan jurusan farmasi.
Di Indonesia kurang lebih 135 untuk S1 Farmasi, dan 46 untuk Profesi. Untuk pelayanan apoteker kepada masyarakat, di mana apoteker hars memberikan perawatan pada pasien dengan cara mengoptimalkan terapi obat, dan mempromosikan kesehatan serta pencegahan penyakit. Dengan melakukan hal-hal kecil seperti penyuluhan dan promosi tentang kesehatan kepada masyarakat, akan menumbuhkan kesadaran pada masyarakat akan pentingnya hidp sehat dengan diantu oleh para pelayanan kesehatan pada masyarakat.
Menurut peraturan menteri kesehatan Republik Indonesia nomor 39 tahun 2016 bahwa Program Indonesia Sehat dilaksanakan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui upaya kesehatan dan pemberdayaan masyarakat yang didukung dengan pelindungan finansial dan pemerataan pelayanan kesehatan.

Berdasarkan banyaknya perguruan tinggi dalam bidang farmasi yang tersedia, itu memungkinkan akan melahirkan apoteker-apoteker yang banyak yang mungkin nantinya melebihi dari batas Indonesia Sehat, sehingga Indonesia sehat pada tahun 2025 akan jauh dari pencapaian.Banyaknya perguruan tinggi bidang farmasi memungkinkan tidak tefisiennya jumlah apoteker dan jumlah masyarakat ang akan ditangani, Indonesia Sehat akan terlampaui dengan banyaknya jumlah apoteker.
Selain itu, adapun penyebab lain tidak tercapainya Indonesa Sehat yaitu, di Indonesia, jika ingin melakukan praktek, harus menjadi apoteker dan memiliki izin praktek apoteker untuk menjadi penanggung jawab dia potek, rumah sakit, dan industri. Sehingga menyebabkan terlalu banyaknya jumlah apoteker di Indoneia. Didalam Farmasi, meliputi beberapa bidang yaitu pelayanan, pengelolaan, pengembangan, dan pendisitrbusian bahan obat.
Berdasarkan bidang-bidang tersebut, dapat kita liat bahwa Farmasi itu sangat luas, tidak terpaku hanya dalam meracik obat, menerima resep, memberi obat dan selesai. Farmasi memiliki banyak bidang yang kita bisa memilih pada bidang apa yan akan kita minati. Nah, untuk mencapai Indonesia Sehat, perlunya kita melakukan pemanfaatan bidang-bidang tersebut dengan baik. Dalam bidang-bidang tersebut jga kita dapat melaksanakan visi misi kita sebagai seorang farmasis yang akan berperan dalam pencapaian Indonesia Sehat.
Peran-peran sebagai seorang farmasis yang harus dilaksanakan untuk menyongsong Indonesia Sehat tahun 2025 yaitu dengan memperdalam wawasan masyarakat mengenai kesehatan dan infoermsi tentang obat walaupun masih menyandang S1, kita tetap harus memberikan informasi kepada masyarakat karena seorang farmasis adalah ‘communicator’yang mempunyai keterampilan berkomunikasi yang baik, sehingga pelayanan kefarmasian dan interaksi antar tenaga kesehatan berjalan dengan baik. Sasarannya yaitu agar masyarakat lebih sadar akan perilaku hidup sehat,dan lingkungan yang sehat serta mendorong kemandirian masyarakat untuk hidup sehat.
Peran selanjutnya yaitu memelihara pelayanan kesehatan yang bermutu dan dapat terjangkau untuk semua kalangan masyarakat yaitu dengan cara mengatasi terjadi peredaran obat bebas di pasaran. Karena dengan beredarnya obat bebas ini , masyarakat akan mengkonsumsi obat secara bebas tanpa resep dari dokter. Sehingga jika taka da resep, pasti akan menimbulkan efek samping yang besar bagia pasien. Selain itu juga, sarjana farmasis harus menghapal dan mengetahui 243 obat generi. Obat generik adalah jenis obat yang memiliki kesamaan yaitu kuliatas, dosis, keamanan dan kekuatan dosis dengan obat yang bermerek. Sehingga jika farmasis telah meguasai megenai obat generic, maka akan lebih mudah dalam menganalis obat-obat paten yang beredar yang harganya jauh lebih mahal dbandingkan obat generik.

Agar semua kalangan masyarakat dapat menjangkau kesehatan yang bermutu, pengetahuan seorang farmasi tentan obat generic akan sangat membantu. Selama ini, obat yang memiliki hak paten-lah yang lebih dikenal oleh sebagian masyarakat walaupun harganya lebih mahal. Padahal obat generic memiliki kemanan yang sama dengan obat paten untuk dikonsumsi oleh masyarakat . Obat generic harganya jauh lebih murah dibandingkan obat paten karena tidak bermerek. Namun obat generic inilah yang akan sangat membantu masyarakat agar semua kalangan masyarakat dapat mengkonsumsi obat dan meraskan kualitas hidup yang baik.
Selain itu, agar masyarakatdapat menjangkau kesehatan yang bermutu, maka masyarakat harus menggunaka obat secara rasional atau Penggunanan Obat Rasional (POR) Menurut WHO, pendefinisian POR adalah “Pasien menerima pengobatan yang sesuai dengan kebutuhan klinis mereka, dalam dosis yang sesuai dengan kebutuhan individual, untuk jangka waktu yang tepat dan dalam biaya terapi yang terendah bagi pasien maupun komunitas mereka.”
Berdasarkan definisi tersebut, maka seorang farmasis diwajibkan memberikan obat berdasarkan kondisi pasien,obat dapat diberikan sesuai dengan keluhan dan hasil diagnosa. Memberikan dosis yang tepat dan lama pemberian obat, dan memilh biaya pengobatan sesuai dengan kemampuan pasien agar semua kalangan dapat menjangkau
Untuk menyongsong Indonesia sehat delapan tahun kedepan atau tahun 2025 maka peran farmasis yang lain yaitu pembangunan dalam bidang kesehatan agar masyarakat memperoleh derajat kesehatan yang setinggi-tingginya karena itu merupakan hak fundamental bagi setiap orang tanpa membeda-bedakannya baik itu agarmas, suku ras maupun tingkat social ekonominya. Peran farmasis dalam mewujudan hal tersebut dengan melibatkan seorang farmasis atau apoteker dalam pelayanan pasien baik mengenai obat-obatan maupun tentangalat kesehatan, serta kontribusi seorang apoteker dalam hal resep untuk pasien dan penggunan obatnya.
Hal tersebut mebutuhkan seoran farmasis yang professional dan memiliki kemampuan disiplin yang tinggi. Mengamalkan kode etik dan standar profesi serta menaanti peraturan perundang-undangan yang berlaku. Adapun upaya dan peran farmasis untuk mewujudkan Indonesia sehat tahun 2025 yaitu dengan memberikan pelayanan esehatan yang seuai kebutuhan. Selain itu, hal yang dapat dilakukan seorang farmasis dalam pelayanan masyarakat yaitu dengan cara menentuka prioritas kesehatan.
Semakin majunya teknologi saat ini, maka untuk lebih mensejahterakan msyarakat dalam mencapai Indonesia Seha tahun 2025, maka beberapa wilayah telah menggunakan aplikasi online utnuk memudahkan dalam pembelian, pemesanan dan pengantaran obat ke rumah pasien yang membutuhkan dengan sasaran pemesanannya disasarkan pada apotek terdekat dari rumah pasien yang memesan obat. Apotek yang menerima pesanan obat akan menerima pesanan berdasaran resep yang diterima. Adapun upaya dan peran farmasis untuk mewujudkan Indonesia sehat tahun 2025 yaitu dengan memberikan pelayanan esehatan yang seuai kebutuhan. Selain itu, hal yang dapat dilakukan seorang farmasis dalam pelayanan masyarakat yaitu dengan cara menentuka prioritas kesehatan.

Adapun macam-macam ruang lingkup farmasi yaitu , yaitu pada beberapa bidang. Diantaranya adalah bidang Industri. Bidang industri pada farmasi meliputi dalam hal fungsi pemasaran produk, dan pengembangan produk,manajemen serta kualitas produk. Disamping itu dokter juga ikut berperan bersama apoteker dalam memperkenalkan produk yang dihasilkan oleh seorang farmasis yang kemungkinan dihasilkan oleh seorang apoteker maupun tenaga yang lain yang ahli dalam bidang ini.
Namun, sebagai seorang yang lebih mengenal tentang hal obat-obatan atau sejenisnya, dan yang langsung berhubungan dengan produk tersebut, apoteker lah yang paling ideal dalam pembuatan produk tersebut. Bidang yang mencakup ruang lingkup farmasi selanjutnya adalah bidang klinis atau bidang rumah sakit. Dalam bidang ini dapat dilakukan dirumah sakit pemerintah dan dapat pula dilakukan dirumah sakit swasta. Farmasi rumah sakit juga sangat dibutuhkan karena bertambahnya jumlah penduduk yang memungkinkan dibutuhkannya jumlah apoteker atau seorang farmasis dirumah sakit dalam jumlah yang banyak, selain itu penggunaan obat juga akan semakin meningkat.
Selanjutnya, bidang yang mencakup ruang lingkup farmasi adalah dalam bidang pemerintahan, pemerintah sangat membutuhkan seorang tenaga farmasis dalam hal penyaluran obat dan alat kesehatan. Selain dalam hal penyaluran obat, dalam ruang lingkup pendidikan, juga dibutuhkan seorang farmasis untuk direkrut agar bisa menjabat sebagai seorang dosen diperguruan tinggi.
Dan sesuai Tri Darma Perguruan Tinggi yang menyangkut pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, maka seorangfarmasi sangat dibutuhkan dan wajib mengabdi kepada masyarakat. Ruang lingkup farmasi yang lain yaitu dalam bidan Pengawasan obat dan makanan, penanganan dan pengawasan naktotika dan psikotropika, dan masih banyak lagi.

Peran Tenaga Ahli Farmasi dalam Menyongsong Indonesia Sehat tahun 2025

Leave a Reply

Your email address will not be published.