Remdesivir, obat penangkal virus Corona yang diproduksi oleh Gilead Sciences mulai terbukti manjur setelah diuji-coba pada 6.000 pasien. Di Amerika Serikat semakin banyak pasien yang melakukan pendaftaran untuk melakukan uji coba dengan mengkonsumsi obat ini, setelah berhasil memulihkan 125 pasien Covid-19 di Amerika Serikat.
Seperti di beritakan Reuters, pada Jumat waktu setempat, sebelumnya jumlah pasien yang mendaftar untuk menguji-coba obat ini mencapai 3.600 orang, bertambah dari sebelumnya 2.400 pasien.
“Perkiraan sementara, pendaftaran dalam percobaan yang dijalankan oleh Gilead Sciences meningkat menjadi 6.000 pasien dari 2.400 orang pasien sebelumnya,” tulis Reuters, dikutip Sabtu, minggu lalu.

Kabar baik ini langsung direspons secara positif oleh pasar, di tengah pandemi wabah Covid-19 yang kian mengkhawatirkan. Hal ini terlihat jelas dari jumlah pasien positif terinfeksi virus Corona di seluruh dunia hingga Sabtu, 18 April 2020 telah mencapai 2,24 juta orang dan menewaskan 153,822 orang. Amerika Serikat jadi negara dengan jumlah pasien terifenksi paling besar di dunia, mendekati angka 700 ribu orang.
Sebelumnya, peneliti dari Universitas Kedokteran Chicago mengatakan, Remdesivir sebagai pengobatan yang efektif menyembuhkan virus Corona jenis baru ini.


Alhasil, ini membuat saham perusahaan bioteknologi Gilead Sciences Inc. pun melonjak naik 12,7% pada penutupan perdagangan Kamis kemarin dan kembali menguat sebesar 9,73% pada hari Jumat ke level 83,99 US$ per lembar saham.
Remdesivir yang memiliki kode pengembangan GS-5734 adalah obat antivirus, sebuah prodrug analog nukleotida baru, yang dikembangkan oleh perusahaan bioteknologi Gilead Sciences. Pada awalnya obat ini untuk menangani infeksi penyakit virus Ebola dan virus Marburg meskipun ditemukan juga aktivitas antivirus yang wajar terhadap virus yang terkait seperti virus pernapasan respirasi, virus Junin, virus demam Lassa, dan virus kor-MERS.

6.000 Pasien Covid-19 di Amerika Serikat Bersedia untuk Mencoba Remdesivir

Leave a Reply

Your email address will not be published.