Bioteknologi telah dikenal lama dan berusia sangat tua. Sebagai contoh, sejak jaman dahulu orang telah mengenal roti dan cuka. Roti dan cuka adalah dua produk yang dihasilkan dari proses bioteknologi. Jadi, istilah bioteknologi tidak selalu identik dengan produk-produk baru yang canggih dan mutakhir. Bioteknologi telah lama digunakan dan merupakan salah satu bagian dalam kehidupan manusia.
Banyak orang mendefinisikan bioteknologi sebagai cabang ilmu yang mempelajari pemanfaatan makhluk hidup untuk menghasilkan suatu barang atau jasa. Makhluk hidup yang digunakan dalam bioteknologi pada umumnya adalah mikroba, seperti bakteri, jamur, dan virus. Akan tetapi, produk dari makhluk hidup pun, misalnya enzim, dapat juga digunakan dalam proses bioteknologi untuk menghasilkan barang dan jasa.
Berdasarkan definisi tersebut, dapat disimpulkan bahwa bioteknologi jelas bukan merupakan suatu hal yang baru. Penggunaan ragi untuk membuat roti atau pembuatan miinuman anggur dari buah anggur segar, dapat diartikan juga sebagai bioteknologi. Proses pembuatan roti dan minuman anggur telah digunakan sejak 10.000 tahun yang lalu. Dengan demiikian, bioteknologi pun telah setua itu umurnya.

Vaksin adalah varian atau turunan dari patogen (biasanya bakteri atau virus) yang dilemahkan sehingga tidak berbahaya dan dapat digunakan untuk mencegah penyakit infeksi. Jadi, ketika seseorang diberi vaksin, sistem imunitasnya akan mengembangkan sistem pertahanan tubuh terhadap serangan dari suatu patogen tertentu.

Rekayasa genetika juga digunakan untuk membuat vaksin dalam berbagai cara. Salah satu pendekatan yang digunakan adalah rekayasa genetika untuk menghasilkan jumlah besar molekul protein yang terdapat di permukaan luar organisme patogen. Metode tersebut contohnya digunakan dalam penggunaan vaksin untuk melawan virus hepatitis B.
Cara lain untuk menggukan vaksin adalah membuat organisme pathogen menjadi mutan dengan mengganti satu atau beberapa gen yang ada di origanisme patogen. Ketika mutan tidak berbahaya digunakan didalam vaksin memperbanyak diri dan merangsang respons system imunitas yang lebih kuat dibandingkan dengan jenis molekul protein vaksin itu sendiri. Vaksin mutan artifisial (buatan) tersebut dapat menimbulkan demam sebagai efek samping. Namun, hal tersebut tidak perlu dikhawatirkan karena merupakan peristiwa alami.
Dahulu, cacar air adalah penyakit yang sangat ditakuti oleh manusia, akan tetapi sejak tahun 1970-an cacar air dapat dibasmi berkat menyebarkanya vaksin dari varian virus cacar air yang telah dilemahkan. Dengan menggunakan virus yang telah dilemahkan tersebut, perekayasa genetika dapat mengganti beberapa gen yang menginduksi kekebalan terhadap cacar air dengan gen-gen yang dapat menginduksi kekebalan terhadap jenis penyakit lainnya.
Apa yang membuat orang sakit atau demam setelah vaksin?
Vaksin memberikan pertahanan sistem kekebalan tubuh untuk membentuk pertahanan spesifik dalam melawan infeksi dari virus maupun bakteri.
Saat imunisasi, tubuh Anda disuntikkan zat asing atau antigen. Kemudian, tubuh akan memberikan respon kekebalan tubuh dengan cara yang sama seperti saat tubuh sedang terserang penyakit, tetapi tubuh tidak menunjukkan gejala penyakit tersebut.
Ketika tubuh terpapar penyakit yang sama di kemudian hari, sistem kekebalan tersebut dapat merespon dengan cepat untuk mencegah perkembangan penyakit tersebut.

Perkembangan Bioteknologi Dalam Pembuatan Vaksin

Leave a Reply

Your email address will not be published.