Indonesia Darurat Sampah!

Tentunya peringatan ini bukan sekadar basa-basi belaka, namun sekarang kondisi seperti inilah yang terjadi di lingkungan sekitar kita. Setidaknya ada sebanyak 24% sampah di Indonesia yang masih tidak terkelola, di mana sekitar 15 juta ton sampah mengotori ekosistem dan lingkungan karena tidak ditangani dengan baik. Sedangkan sampah yang dapat didaur ulang hanya sebanyak 7% saja, dan 69% sampah berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Sumber : Riset Sustainable Waste Indonesia (SWI).

Kalau kondisinya sudah seperti ini, kita tidak boleh berdiam diri. Sampah berlebih pastinya akan merusak ekosistem dan lingkungan, efek jangka panjangnya adalah rusaknya keseimbangan alam dan bumi. Mencintai bumi dan isinya harus dimulai dari diri sendiri, dan sebarkan kebiasaan baik ini kepada orang lain.
Salah satu tindakan positif yang bermanfaat untuk mengurangi jumlah sampah di bumi adalah dengan mengolahnya.

Bagaimana caranya?

Teknik 3R jawabannya!
Pengelolaan sampah dengan menggunakan teknik 3R merupakan sebuah paradigma baru dalam pengelolaan sampah baik berupa sampah industri maupun sampah rumah tangga, yang lebih menekankan kepada metode pengurangan sampah yang lebih arif dan ramah lingkungan.

Penanganan sampah dengan teknik 3R adalah konsep penanganan sampah dengan cara Reduce (mengurangi), Reuse (menggunakan kembali) dan Recycle (mendaur ulang) sampah mulai dari sumbernya.

Yuk kita bahas satu per satu.

Reduce

Sesuai dengan istilahnya, Reduce artinya mengurangi penggunaan bahan-bahan yang bisa merusak lingkungan. Selain itu, Reduce juga bisa diartikan untuk mengurangi belanja barang yang tidak terlalu dibutuhkan misalnya baju baru, aksesoris tambahan atau barang-barang aksesoris lainnya.
Pada intinya adalah mengontrol menambahkan barang perlengkapan baru, ketika kita masih punya banyak yang masih bisa dipakai. Di samping itu, teknik Reduce juga berarti harus mengurangi penggunaan kertas tissue sekali pakai, dan ganti dengan sapu tangan. Juga mengurangi penggunaan kertas untuk print di kantor, lho.
Kalau masih belum tergerak, ayo coba riset dari kehidupan sehari-hari saja, berapa banyak sampah yang dikeluarkan mulai dari bangun tidur sampai tidur malam lagi.
Mengurangi penggunaan tissue sekali pakai akan sangat membantu membatasi produksi sampah. Ayo coba hitung lagi, di pagi hari biasanya berapa lembar tissue yang dipakai? Sebut saja selembar untuk mengelap wajah, selembar untuk lap tangan, ambil selembar lagi sebagai alas makan roti isi, selembar lagi untuk lap bibir. Untuk keperluan ini saja kita sudah menghabiskan 4 lembar tissue. Yuk mulai sekarang kurangi penggunaannya, ganti dengan sapu tangan agar tidak boros dalam pemakaian kertas tissue.
Selain itu, pengurangan produksi sampah juga bisa dilakukan dengan cara membawa botol dan wadah makan sendiri. Bawa kemana pun Anda pergi, dan gunakan botol dan wadah bekal saat membeli makan atau minuman.
Coba kalau kita tetap mengandalkan plastik sekali pakai dari penjual, berapa banyak gelas kopi dan plastik pembungkus makanan yang kita buang setiap hari? Ayo mulai berubah menjadi pribadi lebih baik dengan mengurangi penggunaan plastik sekali pakai!

Reuse

Menurut bahasanya, Reuse berarti memakai kembali, contohnya menggunakan wadah makan, botol atau tas reusable. Masih dalam tujuan baik untuk mengurangi produksi sampah, menggunakan barang berulang kali adalah salah satu cara terbaik untuk mengontrol jumlah sampah.
Misalnya saja dengan membawa botol minum dan wadah makan kemana-mana, Anda bisa mengurangi sampah plastik secara signifikan. Sudah tidak ada lagi kebiasaan mampir minimarket untuk membeli air mineral kemasan atau camilan dalam kemasan plastik. Belum lagi tas plastik yang sering digunakan sebagai pembungkus barang belanja, Anda sudah tidak memerlukannya lagi karena sudah mempunyai reusable bag.
Reusable bag bisa digunakan berkali-kali sebagai wadah barang belanjaan, sehingga secara langsung Anda sudah berperan dalam gerakan cinta lingkungan. Sedangkan membawa air minum dalam botol setiap hari juga akan bantu mengurangi sampah, apalagi sekarang di beberapa tempat tertentu sudah disediakan tap water dan fasilitas refill air minum, jadi tidak ada lagi alasan untuk sering mampir ke minimarket membeli air minum kemasan, kan?

Recycle

Recycle adalah mendaur ulang barang. Tidak perlu yang rumit, tapi mulai dari daur ulang sampah organik di rumah Anda, yuk. Contohnya Anda bisa gunakan bekas botol plastik air minum sebagai pot tanaman. Contoh lainnya adalah mendaur ulang kertas bekas, dan olah kembali menjadi kertas. Kertas daur ulang ini bisa digunakan sebagai bahan pembuat scrap book, lho. Bisa lebih kreatif, kan?
Mulai dari sekarang, belajar untuk pisahkan sampah organik dan non-organik. Kemudian olah sampah organik menjadi pupuk kompos, gunakan untuk tanaman di kebun atau jika berjumlah banyak Anda bisa jadikan sebagai bisnis, lho. Mengolah limbah organik tentunya akan sangat bermanfaat untuk mengurangi jumlah sampah, serta mendaur ulang sampah non-organik akan membantu alam untuk hidup lebih baik.
Begitu pentingnya menjaga lingkungan demi keseimbangan alam, kalau bukan kita sebagai manusia yang hidup di bumi, lalu siapa lagi yang harus mencintai bumi dan isinya?

Mengenal Teknik 3R dan Manfaatnya Untuk Lingkungan

Leave a Reply

Your email address will not be published.